Yang Terlupakan

Denting piano kala jemari menari

Nada merambat pelan,di kesunyian malam

Saat datang rintik hujan

Bersama sebuah bayangan yang pernah terlupakan

Hati kecil berbisik, untuk kembali padanya

Seribu kata menggoda,seribu sesal didepan mata

Seperti menjelma

Waktu aku tertawa, kala memberimu dosa

Oh maafkanlah,

oh maafkanlah

Rasa sesal di dasar hati

Diam tak mau pergi

Haruskah aku lari dari kenyataan ini

Pernah ‘ku mencoba ‘tuk sembunyi

Namun senyummu tetap mengikuti

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Fans Page