“NOKTURNO”

Kubiarkan cahaya bintang memilikimu
kubiarkan angin yang pucat
dan tak habis-habisnya gelisah
tiba-tiba menjelma isyarat, merebutmu
entah kapan kau bisa kutangkap…

Ketika Jari-jari bunga terluka
mendadak terasa betapa sengit, cinta kita
cahaya bagai kabut, kabut cahaya
di langit menyisih awan hari ini
di bumi meriap sepi yang purba
ketika kemarau terasa ke bulu-bulu mata

suatu pagi, di sayap kupu-kupu
disayap warna, suara burung
di ranting-ranting cuaca
bulu-bulu cahaya
betapa parah cinta kita
mabuk berjalan diantara
jerit bunga-bunga rekah…

Ketika Jari-jari bunga terbuka
mendadak terasa betapa sengit, cinta kita
cahaya bagai kabut, kabut cahaya
di langit menyisih awan hari ini
di bumi meriap sepi yang purba
ketika kemarau terasa ke bulu-bulu mata

Dari Puisi Sapardi Djoko Damono “NOKTURNO”

Mulai Hari Ini, untuk Esok dan Akan Datang | Kompetisi WEB Kompas MuDA & Pertamina

Tak Ada Gantinya

Bagaimana ku bisa berpaling darimu
Sekian lama ku mencari separuh jiwaku
Ku mau menunggu
Tak pernah berhenti, sampai suatu saat nanti kau kan menyadari

Ku ingin kau tahu takkan ada habisnya
Ku masih miliki cinta melebihi yang kau kira
Hanyalah senyummu yang menghapus rinduku
Telah lama tak ku jumpa, menghilang dariku

Akan ku lakukan asal kau kembali
Ku tak sanggup sendiri lebih lama lagi

Ku ingin kau tahu kau tetap dihatiku
Ada yang harus kau mengerti….
Kau takkan ada gantinya

Yang aku inginkan hanyalah, dirimu bersamaku selamanya
Bantu aku pergi dari sepi, yang ku rasa menyakitkan

seharusnya kita

Saat relung hatiku kini mulai terasa sepi tanpa ada cintamu dalam hidupku
Semua terasa hampa, kala hatimu tak dapat kusentuh
Semakin jauh asa ku ini untuk kugapai
Dalam luka batin ku perih teteskan lara

ketika dirimu jauh, isi hatimu telah menjadi miliknya
Seharusnya dunia ini begitu indah
Seharusnya hidupku ini penuh bermakna
Takkan gundah jiwaku bila kau bersamaku
Takkan perih batinku ini bila kaupun milikku
Seharusnya dunia ini milik kita berdua

NO TITLE

Today, I write your name in my windowpane again …
again and again ….
Either until when I write your name
Maybe until the window is no longer able to accommodate my writings
Writing that keeps reminding you ….
Although tlah fade and bundle this window, I will never leave
Because here there is writing your name … ..
name that has long been, and will remain here
Who knows how long ….
Although you has gone
Far …. nd far left …
I still waiting, in front of this window
Hoping hear your voice again …
Hopefully ….

 

……….4

I’ll be here…

why…?

I’ll be ‘waiting’…. here…

for what..?

I’ll be ‘waiting’…. for you… so..

If you come here

You’ll find me

I promise

Yang Terlupakan

Denting piano kala jemari menari

Nada merambat pelan,di kesunyian malam

Saat datang rintik hujan

Bersama sebuah bayangan yang pernah terlupakan

Hati kecil berbisik, untuk kembali padanya

Seribu kata menggoda,seribu sesal didepan mata

Seperti menjelma

Waktu aku tertawa, kala memberimu dosa

Oh maafkanlah,

oh maafkanlah

Rasa sesal di dasar hati

Diam tak mau pergi

Haruskah aku lari dari kenyataan ini

Pernah ‘ku mencoba ‘tuk sembunyi

Namun senyummu tetap mengikuti´╗┐

………………3

Tau mengapa burung tiba-tiba muncul,
Setiap kali kamu dekat?
Sama sepertiku
Mereka lama untuk dekat denganmu

Tau mengapa bintang jatuh dari langit,
Setiap kali kamu berjalan ?
Sama sepertiku
Mereka lama untuk dekat denganmu

cahaya bintang di matamu yang telah membuatku ingin…..

dekat denganmu